
Sebuah pesawat Singapore Airlines membatalkan proses pendaratan di Bandara Perth, Australia Barat, pada Sabtu setelah mengalami kondisi yang memerlukan prosedur go-around. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat tersebut bergoyang ketika mendekati landasan di tengah kondisi langit berawan.
Pesawat jenis Airbus A350-900 itu terlihat melakukan pendekatan menuju landasan sebelum akhirnya tidak melanjutkan pendaratan. Manuver tersebut menjadi perhatian setelah video kejadian memperlihatkan pergerakan pesawat saat menghadapi kondisi cuaca di sekitar bandara.
Dalam penerbangan, go-around merupakan prosedur ketika pilot membatalkan pendekatan pendaratan dan kembali menaikkan pesawat untuk melakukan pendekatan ulang atau mengalihkan penerbangan sesuai situasi.
Prosedur ini dapat dilakukan apabila kondisi dinilai belum memungkinkan untuk mendarat dengan aman. Faktor seperti cuaca, angin, jarak pandang, maupun kondisi landasan dapat menjadi pertimbangan awak pesawat.
Rekaman yang dibagikan ke media sosial memperlihatkan Airbus A350-900 tersebut bergerak tidak stabil saat melintasi langit berawan dan mendekati landasan Bandara Perth.
Meski rekaman tersebut memunculkan perhatian publik, informasi mengenai penyebab pasti pembatalan pendaratan belum dijelaskan dalam materi yang tersedia. Belum ada pula keterangan mengenai apakah pesawat berhasil melakukan pendaratan ulang atau mengalami perubahan rute penerbangan.
Manuver go-around sendiri merupakan bagian dari prosedur keselamatan penerbangan dan tidak secara otomatis menunjukkan adanya keadaan darurat. Keputusan tersebut memberikan kesempatan kepada pilot untuk melakukan pendekatan kembali ketika kondisi dinilai lebih sesuai.
Kejadian ini kembali memperlihatkan pentingnya prosedur keselamatan dalam proses pendaratan, terutama ketika pesawat menghadapi kondisi cuaca yang berubah di sekitar bandara.






