
SANTA SUSANNA — Usia tidak menghentikan Toshisuke Kanazawa untuk tetap menekuni dunia binaraga. Atlet asal Jepang yang telah berusia 90-an tahun itu tampil dalam kompetisi kategori Masters di Costa del Maresme, Santa Susanna, Spanyol, pada Jumat.
Kanazawa menempuh perjalanan jauh dari Jepang menuju Spanyol untuk mengikuti kompetisi yang diperuntukkan bagi peserta berusia 50 tahun ke atas. Kehadirannya menjadi perhatian karena ia masih aktif membangun otot dan berani bersaing di panggung binaraga pada usia lanjut.
Dikutip dari Reuters, Kanazawa mengatakan dirinya ingin terus menguji kemampuan dan membuktikan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berkompetisi. Baginya, menjaga kebugaran merupakan proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan dan kemauan untuk terus belajar.
Kanazawa mengungkapkan bahwa pola makan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi fisiknya. Ia telah menjalani rutinitas tersebut selama puluhan tahun, terutama sejak mulai serius membangun otot ketika berusia 50 tahun.
Dalam kesehariannya, ia mengonsumsi sejumlah makanan khas Jepang, seperti nasi merah, natto atau kedelai fermentasi, serta sup miso.
“Ini adalah sesuatu yang terus saya pelajari dan ingin saya dalami lebih lanjut. Sejak menginjak usia 50 tahun, saya membangun otot dengan mengonsumsi makanan khas Jepang, seperti nasi merah, natto, dan sup miso,” ujarnya.
Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Kanazawa dalam menjaga kebugaran tubuh. Konsistensi menjalani pola makan dan rutinitas fisik selama bertahun-tahun turut membentuk perjalanan panjangnya di dunia binaraga.
Dalam kompetisi di Spanyol tersebut, Kanazawa belum berhasil meraih posisi podium. Meski demikian, hasil pertandingan tidak membuatnya kehilangan semangat untuk terus menantang batas kemampuan diri.
Ia bahkan telah merencanakan satu penampilan terakhir sebelum mengakhiri perjalanan kompetitifnya di dunia binaraga.
Keikutsertaan Kanazawa menjadi gambaran bahwa aktivitas fisik dan semangat berkompetisi dapat tetap dijaga hingga usia lanjut. Ia berharap perjalanannya bisa mendorong generasi yang lebih tua untuk tetap aktif, menjaga kebugaran, dan tidak mudah membatasi diri hanya karena faktor usia.






