
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara meraih tiga penghargaan Primaduta Award atas kontribusinya dalam memperluas pasar produk Indonesia di Turkiye. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso kepada Duta Besar RI untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama, dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Tangerang, Jumat.
Duta Besar Achmad Rizal Purnama mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama antara perwakilan Indonesia, pemasok, dan eksportir dalam meningkatkan penetrasi produk nasional ke pasar Turkiye. Ia menekankan bahwa kualitas, harga yang kompetitif, serta kesinambungan pasokan menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia.
Dalam tiga tahun terakhir, Rizal mengaku aktif mendorong perluasan pasar dengan menjalin komunikasi langsung bersama pimpinan sekitar 1.400 perusahaan. Upaya tersebut mencakup promosi berbagai produk unggulan, mulai dari kopi, rempah-rempah, kelapa parut kering, arang briket, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kopi Indonesia menjadi salah satu produk yang semakin dikenal di Turkiye. Menurut Rizal, produk tersebut kini dapat ditemukan di sejumlah gerai kopi di kota-kota besar, seperti Istanbul, Ankara, Izmir, Antalya, dan Bursa.
Selain produk pangan dan UMKM, KBRI Ankara turut mendorong pemasaran komoditas industri Indonesia. Produk yang memiliki peluang pasar meliputi baja, tekstil, kokas, aluminium, alas kaki, cokelat, minyak sawit beserta turunannya, serta karet. Sementara itu, tembaga, produk farmasi, kertas, dan ban karet juga menjadi produk potensial untuk dikembangkan di pasar Turkiye.
Dua perusahaan asal Turkiye turut menerima Primaduta Award atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan ekspor Indonesia. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pihak-pihak di luar negeri yang berperan dalam memperluas pemasaran produk Indonesia secara internasional.
TEI 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober dengan tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Pameran perdagangan internasional yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara.
Dalam rangkaian kegiatan TEI 2026, terdapat potensi penandatanganan enam nota kesepahaman bisnis dengan nilai keseluruhan 518,2 juta hingga 618,2 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, tiga nota kesepahaman senilai total 13,4 juta dolar AS telah ditandatangani.






