BI Dorong Wirausaha Muda Bawa UMKM Naik Kelas

Bank Indonesia (BI) menilai inovasi dan kreativitas generasi muda menjadi faktor penting untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Peran tersebut semakin dibutuhkan pada sektor berbasis keterampilan dan budaya seperti wastra serta kriya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke pasar lebih luas.

Deputi Gubernur BI Thomas AM Djiwandono mengatakan regenerasi UMKM tidak cukup hanya dengan meneruskan usaha yang telah dibangun generasi sebelumnya. Wirausaha muda perlu membawa pembaruan melalui pemanfaatan teknologi, digitalisasi, penguatan merek, kreativitas, serta kemampuan membaca perubahan kebutuhan pasar.

“Regenerasi tidak cukup sekadar melanjutkan. Generasi muda harus mampu memperbarui dan membawa usaha naik kelas dengan kreativitas, teknologi, digitalisasi, penguatan brand, serta kemampuan membaca pasar,” kata Thomas dalam sambutannya pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Sabtu.

Menurut Thomas, banyak pelaku UMKM di bidang wastra dan kriya membangun usahanya berdasarkan keterampilan dan pengalaman yang diwariskan selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuat proses regenerasi menjadi penting agar pengetahuan yang telah dimiliki tidak berhenti pada satu generasi.

Namun, regenerasi juga harus disertai kemampuan untuk mengembangkan warisan tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Generasi muda dinilai memiliki peluang besar untuk menggabungkan keterampilan tradisional dengan pendekatan bisnis dan teknologi modern.

Pemanfaatan platform digital, media sosial, serta strategi pemasaran yang lebih kreatif dapat membantu produk lokal menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau. Penguatan identitas merek juga diperlukan agar produk berbasis budaya memiliki daya saing di tengah semakin banyaknya pilihan di pasar.

Thomas menilai wastra, kriya, dan produk kreatif berbasis budaya Indonesia memiliki keunggulan berupa autentisitas. Karakter tersebut dapat menjadi modal bagi pelaku usaha untuk menciptakan produk yang tetap mempertahankan nilai budaya sekaligus sesuai dengan selera konsumen masa kini.

“Wastra, kriya, dan berbagai produk berbasis budaya Indonesia memiliki kekuatan pada autentisitasnya. Di tengah generasi muda, kekuatan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang semakin relevan, memiliki nilai tambah lebih tinggi, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Potensi pengembangan tersebut semakin besar karena generasi Z dan milenial mencakup hampir separuh populasi Indonesia. Kedua kelompok tersebut tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan teknologi, media sosial, dan perkembangan ekonomi digital.

Kedekatan dengan ekosistem digital juga membuat generasi muda memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi pasar bagi produk lokal, tetapi turut menciptakan produk dan model bisnis baru. Karena itu, BI mendorong mereka mengambil peran sebagai pelaku usaha sekaligus inovator.

“Karena itu, kita perlu mendorong generasi muda bukan hanya menjadi konsumen produk kreatif Indonesia, tetapi juga menjadi pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru,” kata Thomas.

Menurutnya, penguatan regenerasi UMKM memiliki arti strategis karena sektor tersebut menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. UMKM disebut berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja.

Dengan basis ekonomi yang besar tersebut, peningkatan kapasitas UMKM melalui inovasi dan digitalisasi diharapkan dapat memperkuat produktivitas sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Generasi muda pun dinilai memiliki peran penting dalam memastikan UMKM mampu beradaptasi dan berkembang menghadapi perubahan pasar.

Leave a reply

Previous Post

Next Post

Categories

Post on Google News

Loading Next Post...
Follow
Search
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...