Bali dan Swiss Jajaki Kerja Sama Pariwisata dan Lingkungan

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu dengan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, untuk membahas penguatan kerja sama pariwisata, investasi, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss.

Koster mengatakan, kerja sama internasional perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui pengembangan pariwisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga berharap hubungan Bali dan Swiss dapat diperluas melalui kolaborasi di berbagai sektor strategis.

Menurut data Pemerintah Provinsi Bali yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, hingga 21 Oktober 2026 tercatat sekitar 29.000 wisatawan asal Swiss telah berkunjung ke Indonesia, dengan rata-rata kunjungan mencapai 3.065 orang per bulan.

Koster menilai, kunjungan wisatawan menjadi salah satu gambaran hubungan kedua negara yang berkembang tidak hanya melalui diplomasi, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, dan kegiatan pariwisata.

Ia menambahkan, Bali terbuka terhadap peluang kerja sama yang menghubungkan potensi daerah dengan keunggulan mitra internasional. Selain pariwisata, peluang tersebut mencakup pengembangan industri inovatif, investasi, serta solusi untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Dalam pertemuan itu, Koster menyerahkan kain tenun endek khas Bali kepada Obolensky sebagai simbol persahabatan dan diplomasi budaya. Pemberian tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan produk lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali kepada pasar internasional.

Sementara itu, Obolensky menyampaikan bahwa kunjungan perdananya ke Bali mencakup peninjauan sejumlah lokasi usaha milik warga negara maupun perusahaan asal Swiss. Ia juga menghadiri agenda Global Etik IADEMA dan bertemu dengan komunitas diaspora Swiss yang tercatat sekitar 700 orang menetap serta bekerja di Bali.

Obolensky menegaskan dukungan Swiss terhadap investasi dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata. Menurutnya, peluang kerja sama tidak terbatas pada pariwisata, tetapi juga meliputi industri inovatif, pengolahan sampah, dan pengelolaan air limbah.

Pertemuan ini diharapkan membuka ruang dialog lanjutan bagi kedua pihak untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Leave a reply

Categories

Post on Google News

Loading Next Post...
Follow
Search
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...