Indonesia-Finlandia Jajaki Kerja Sama Pusat Data dan AI

Berita Terbaru16 hours ago

Indonesia dan Finlandia menjajaki kerja sama pengembangan pusat data serta infrastruktur komputasi untuk mempercepat transformasi digital nasional. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), memperkuat layanan publik, dan memperluas kapasitas infrastruktur digital Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membahas peluang kerja sama tersebut bersama Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Ville Tavio, di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Meutya mengatakan pembangunan pusat data perlu mempertimbangkan kebutuhan kapasitas komputasi, pemerataan lokasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung. Menurutnya, luas wilayah Indonesia menjadi alasan penting untuk mendiversifikasi lokasi pusat data, mengingat fasilitas yang tersedia saat ini masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Dalam pertemuan itu, Meutya turut menyoroti keterlibatan perusahaan teknologi Finlandia, Nokia, dalam proyek pusat data bersama Indosat. Kerja sama tersebut dinilai membuka peluang bagi perusahaan Finlandia untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia.

Kebutuhan infrastruktur komputasi diperkirakan meningkat seiring pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pemerintah. Salah satu penerapannya adalah digitalisasi perlindungan sosial yang tengah diuji coba untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan. Program tersebut diperkirakan menjangkau sekitar 50 juta penerima manfaat sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur digital dan AI yang memadai.

Meutya menambahkan, pengembangan infrastruktur tersebut sejalan dengan Visi Digital Indonesia 2045 yang bertumpu pada tiga pilar, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga. Pemerintah ingin memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi digital, dan keamanan ekosistem digital.

Sementara itu, Ville Tavio menjelaskan bahwa Finlandia memiliki pengalaman dalam pengembangan pusat data yang didukung kondisi iklim dan pasokan energi. Suhu relatif rendah dapat membantu mengurangi kebutuhan pendinginan, sedangkan lebih dari 95 persen pasokan listrik Finlandia disebut berasal dari sumber bebas bahan bakar fosil.

Tavio juga menawarkan peluang kerja sama di bidang komputasi kuantum, AI, infrastruktur jaringan, dan kota pintar, termasuk kemungkinan kolaborasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah Finlandia turut membuka peluang bagi perusahaan teknologinya untuk mengikuti pengadaan dan tender publik di Indonesia.

Penjajakan ini diharapkan memperkuat kemitraan teknologi kedua negara dan mendukung pembangunan infrastruktur komputasi yang lebih merata, efisien, serta mampu memenuhi kebutuhan layanan digital masyarakat.

Leave a reply

Loading Next Post...
Follow
Search
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...