Indonesia Siap Pamerkan 500 Produk Inovasi di Konvensi Sains dan Teknologi Nasional

teknologi51 minutes ago

Indonesia bakal menampilkan sekitar 500 produk penelitian unggulan hasil karya perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam ajang Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Gelaran yang berlangsung pada 10 hingga 13 November mendatang ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan dunia industri guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa seluruh produk yang dipamerkan telah melampaui proses seleksi ketat dari sekitar 850 proposal riset yang masuk. Beliau menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memicu hilirisasi hasil riset agar manfaat riset dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Mengusung agenda kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, perhelatan empat hari ini dilaksanakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur. Konvensi ini melanjutkan keberhasilan agenda sebelumnya di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah merumuskan peta jalan serta agenda riset nasional bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain menjadi ruang temu bagi para akademisi dan pelaku industri, KSTI 2026 dirancang terbuka untuk publik. Berbagai rangkaian kegiatan interaktif disiapkan untuk menarik minat generasi muda, mulai dari program edukasi sains untuk pelajar sekolah dasar hingga menengah, kompetisi robotik, hackathon, hingga sesi business matching bagi para inovator teknologi modern.

Langkah ini juga menjadi momentum krusial bagi pemerintah dalam memajukan riset lokal agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui integrasi antara sektor pendidik dan pelaku usaha, inovasi berbasis sains diharapkan tidak hanya berhenti di laboratorium, melainkan mampu menjawab tantangan industri nyata sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru berbasis teknologi di masa depan.

Pemerintah menargetkan forum ilmiah ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan strategis serta panduan riset masa depan. Pembahasan utama dalam konvensi ini mencakup isu-isu krusial nasional, seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pengembangan sektor kesehatan, hilirisasi industri, teknologi masa depan (frontier technology), hingga ketahanan bencana.

Leave a reply

Categories

Post on Google News

Loading Next Post...
Follow
Search
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...