
BANDUNG — Cuaca ekstrem berupa fenomena badai es langka menerpa sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat dan Lampung. Peristiwa alam yang disertai angin kencang ini menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan fisik serta merusak infrastruktur umum di area terdampak.
Hujan es berukuran sebesar kelereng hingga ibu jari tersebut terjadi mendadak setelah cuaca panas terik melanda kawasan setempat sepanjang siang hari. Hantaman butiran es yang berlangsung selama 15 hingga 20 menit itu sebagian besar merusak bagian atap bangunan rumah tinggal warga, fasilitas umum, serta menumbangkan sejumlah pohon pelindung di tepi jalan utama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena hujan es ini dipicu oleh pembentukan awan konvektif Cumulonimbus (Cb) yang sangat signifikan akibat tingginya labilitas udara lokal. Kondisi atmosfer tersebut mendorong pembekuan kristal air di ketinggian sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebelum sempat mencair sepenuhnya.
Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing provinsi telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk mendata tingkat kerusakan, menyingkirkan puing bangunan serta pohon tumbang, dan menyalurkan bantuan darurat berupa terpal serta bahan pangan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.






