
Konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 tidak hanya menjadi perayaan 30 tahun album Romanza. Pertunjukan bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia tersebut juga disertai inisiatif kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk menyalurkan 100.000 pasang sepatu kepada anak-anak di Palestina dan sejumlah negara lain yang terdampak konflik.
Inisiatif yang digagas promotor Shoemaker Live itu diharapkan dapat memperluas makna konser sebagai ruang untuk menyampaikan kepedulian dan solidaritas. Bantuan sepatu ditujukan untuk membantu memenuhi salah satu kebutuhan dasar anak-anak yang hidup dalam situasi konflik.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan konser tersebut membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi konflik dan kehilangan menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan.
Ia menjelaskan bahwa Andrea Bocelli ingin membawa harapan tentang perdamaian, terutama bagi masyarakat yang belum dapat merasakannya. Salah satu lagu dalam pertunjukan juga akan didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Andrea Bocelli lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958. Ia mengalami gangguan penglihatan akibat glaukoma dan kehilangan seluruh penglihatannya pada usia 12 tahun setelah kecelakaan saat bermain sepak bola. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk menekuni dunia musik.
Sebelum membangun karier sebagai penyanyi tenor, Bocelli sempat mempelajari hukum di Universitas Pisa. Ia kemudian mengembangkan kemampuan vokalnya, termasuk melalui bimbingan tenor Italia Franco Corelli.
Namanya mulai mendapat perhatian pada 1992 setelah terlibat dalam rekaman lagu Miserere bersama Zucchero dan Luciano Pavarotti. Dua tahun kemudian, ia memenangkan kategori pendatang baru Festival Sanremo melalui lagu Il mare calmo della sera.
Popularitas internasionalnya semakin meningkat lewat Con te partirò, yang kemudian dikenal luas dalam versi duet bersama Sarah Brightman berjudul Time to Say Goodbye. Ia juga berkolaborasi dengan Céline Dion melalui lagu The Prayer, yang memperoleh nominasi Academy Awards untuk kategori Best Original Song.
Selama lebih dari tiga dekade, Bocelli dikenal sebagai salah satu penyanyi utama dalam genre classical crossover. Album Sì yang dirilis pada 2018 bahkan berhasil menempati posisi pertama tangga album Inggris.
Di luar panggung, Bocelli menjalankan berbagai kegiatan sosial melalui Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang didirikannya pada 2011. Program yayasan tersebut berfokus pada pendidikan, musik, dan pemberdayaan komunitas rentan.
Salah satu programnya, Voices of Peace, mempertemukan anak-anak dan remaja dari Italia serta Ukraina melalui kegiatan paduan suara dan pendidikan musik. Sementara itu, ABF Voices of Jerusalem dijalankan bersama Magnificat Institute untuk menyediakan pendidikan musik dan dukungan psikososial bagi anak-anak serta generasi muda dari Betlehem dan Yerusalem Timur.
Pada Oktober 2019, Bocelli juga tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan bersama Galilee Foundation. Acara tersebut berhasil menghimpun hampir 760.000 poundsterling untuk mendukung program pendidikan kedua yayasan.
Setelah tampil di Borobudur pada 31 Oktober 2026, rangkaian konser Andrea Bocelli dijadwalkan berlanjut pada 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pemilihan Borobudur menjadi bagian penting dari pertunjukan karena mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan karya musik maestro internasional. Konser ini sekaligus menjadi perayaan tiga dekade album Romanza.
Melalui perpaduan musik dan kegiatan kemanusiaan, rangkaian konser tersebut membawa pesan bahwa seni dapat menjadi sarana untuk membangun solidaritas. Lebih dari sekadar pengalaman menikmati pertunjukan, inisiatif donasi sepatu diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak yang terdampak konflik.






