PLN Batam Bantah Pemadaman Listrik Dipicu Pengujian Data Center

Berita Terbaru16 hours ago

PT PLN Batam menegaskan bahwa pemadaman listrik yang meluas di Pulau Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, pada 12 Oktober 2026, tidak berkaitan dengan pengujian operasional atau commissioning pusat data (data center). Perusahaan juga memastikan kondisi pasokan listrik saat ini masih aman dengan cadangan daya hampir 20 persen.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, membantah informasi yang beredar mengenai pengujian pusat data dengan kebutuhan listrik besar sebagai penyebab gangguan. Menurutnya, pusat data yang sedang berkembang di Batam belum akan beroperasi penuh dalam waktu dekat. Pada tahap awal, tingkat operasionalnya diperkirakan belum mencapai 10 persen dari kapasitas keseluruhan.

Kwin Fo menyampaikan bahwa PLN Batam telah memperhitungkan pertumbuhan kebutuhan listrik di wilayah Batam-Bintan. Konsumsi listrik di kawasan tersebut dilaporkan meningkat lebih dari 15 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang berkisar 3–4 persen.

Saat ini, kemampuan pasokan listrik PLN Batam mencapai 930 megawatt (MW), sedangkan beban puncak berada di sekitar 780 MW. Dengan kondisi tersebut, perusahaan menyatakan masih memiliki ruang cadangan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk sektor pusat data.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan dalam jangka panjang, PLN Batam menargetkan peningkatan kapasitas pasokan menjadi 1.200–1.300 MW pada akhir 2027. Penambahan kapasitas tersebut direncanakan untuk mengimbangi perkembangan industri, investasi, dan kebutuhan listrik masyarakat.

Selain meningkatkan kapasitas pasokan, perusahaan juga merencanakan pembangunan sejumlah infrastruktur energi pada periode 2027–2032. Rencana tersebut mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta penerapan teknologi Battery Energy Storage System (BESS).

BESS merupakan sistem penyimpanan energi berbasis baterai yang dapat melepaskan daya dalam waktu sangat singkat. Teknologi ini diharapkan membantu sistem kelistrikan merespons perubahan beban atau gangguan lebih cepat dibandingkan sejumlah pembangkit konvensional.

PLN Batam menyatakan pengembangan kapasitas pembangkit dan teknologi penyimpanan energi menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik. Meski demikian, penyebab teknis pemadaman pada 12 Oktober tidak dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang disampaikan.

Leave a reply

Loading Next Post...
Follow
Search
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...