
Korps Zeni TNI Angkatan Darat (TNI AD) akan mendapatkan tambahan alat utama sistem senjata (alutsista) modern secara bertahap untuk mendukung pelaksanaan tugas pertahanan dan operasi teknis militer. Rencana pengadaan tersebut telah diajukan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan mendapat persetujuan.
Kepala Pusat Zeni TNI AD, Mayjen TNI Budi Hariswanto, mengatakan pengadaan peralatan baru akan disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Markas Zeni, Matraman, Jakarta Timur, Kamis.
Menurut Budi, alutsista yang direncanakan mencakup sejumlah kategori peralatan penting. Di antaranya adalah alat berat untuk pekerjaan konstruksi, peralatan nuklir, biologi, dan kimia (Nubika), serta perlengkapan untuk operasi penjinakan bahan peledak atau jihandak.
Peralatan konstruksi diperlukan untuk mendukung pekerjaan teknik dan pembangunan infrastruktur dalam pelaksanaan tugas Zeni. Sementara itu, perangkat Nubika dan jihandak berperan dalam mendukung penanganan ancaman khusus serta operasi yang berkaitan dengan bahan berbahaya dan peledak.
Budi belum mengungkapkan jumlah unit, jenis, maupun merek peralatan yang akan didatangkan. Namun, ia memastikan pengadaan tersebut diarahkan untuk menghadirkan teknologi yang lebih maju guna memperkuat kemampuan Korps Zeni.
Ia menjelaskan bahwa daftar kebutuhan alutsista telah disampaikan kepada KSAD dan memperoleh persetujuan. Pemenuhannya akan dilakukan secara bertahap setiap tahun, menyesuaikan rencana modernisasi yang ditetapkan oleh TNI AD.
Modernisasi peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan Korps Zeni dalam menjalankan berbagai tugas, mulai dari pekerjaan konstruksi militer hingga dukungan teknis dalam operasi pertahanan negara.
Meski demikian, realisasi pengadaan tetap bergantung pada tahapan pemenuhan kebutuhan yang telah direncanakan. Hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai jadwal kedatangan, spesifikasi, maupun jumlah alutsista yang akan diterima.






