AgriWaste to Value Summit Bahas Persaingan yang Kian Ketat dalam Perebutan Bahan Baku Biomassa untuk Biofuel, SAF, dan Pasar Karbon

Para pemimpin industri akan berkumpul pada 22–23 Juli 2026 di Jakarta untuk membahas peluang pemanfaatan limbah pertanian di tengah meningkatnya permintaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan solusi penghilangan karbon.

Persaingan untuk memperoleh residu pertanian semakin meningkat di seluruh Asia seiring mandat biodiesel, target bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF), proyek gas terbarukan, dan inisiatif penghilangan karbon yang mendorong permintaan terhadap bahan baku biomassa. Material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, seperti tandan kosong kelapa sawit (EFB), limbah cair pabrik kelapa sawit (POME), sekam padi, dan berbagai residu pertanian lainnya, kini semakin banyak dimanfaatkan untuk diolah menjadi biofuel, biomethane, biochar, serta solusi carbon dioxide removal (CDR).

Menanggapi perkembangan tersebut, Centre for Management Technology (CMT) akan menyelenggarakan AgriWaste to Value (Biofuels, SAF, Biochar & CDR) pada 22–23 Juli 2026 di Jakarta, Indonesia. Acara ini akan mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor bioenergi, perkebunan, karbon, dan teknologi untuk membahas peluang pasar, faktor pendorong investasi, serta strategi bahan baku yang membentuk transisi menuju ekonomi rendah karbon di kawasan ini.

Didukung oleh Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan mitra industri Assosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII), konferensi ini mencerminkan semakin besarnya pengakuan industri bahwa limbah pertanian telah berkembang menjadi sumber daya strategis yang mampu mendukung ketahanan energi, dekarbonisasi, serta menciptakan sumber pendapatan baru dari pasar karbon.

Acara ini diselenggarakan pada momen penting bagi ekonomi biomassa Asia Tenggara. Ekspansi biodiesel Indonesia, meningkatnya permintaan global terhadap SAF, munculnya kredit karbon berbasis biochar, serta meningkatnya minat terhadap biomethane telah menciptakan jalur komersial baru bagi pemanfaatan limbah pertanian. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menimbulkan pertanyaan penting mengenai ketersediaan bahan baku, pengembangan rantai pasok, kelayakan ekonomi proyek, dan skalabilitas jangka panjang.

Sebagai salah satu produsen minyak sawit dan komoditas pertanian terbesar di dunia, Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang sangat besar untuk mendukung produksi biodiesel, biomethane, bioLNG, biomethanol, SAF, dan biochar. Perkembangan kebijakan terkait implementasi biodiesel B50, target dekarbonisasi sektor penerbangan, serta mekanisme pasar karbon yang terus berkembang diperkirakan akan semakin mempercepat investasi dan aktivitas pasar di seluruh rantai nilai.

Konferensi di Jakarta ini akan membahas berbagai perkembangan tersebut melalui program yang berfokus pada implementasi praktis, peluang pasar, dan kesiapan investasi. Diskusi akan mengulas bagaimana residu pertanian dapat diubah menjadi bahan bakar terbarukan, produk karbon, dan material berkelanjutan sekaligus mendukung tujuan ekonomi sirkular dan mengurangi emisi dari aliran limbah.

Pengembangan biomethane menjadi salah satu fokus utama program. Perwakilan dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan reNIKOLA Holdings akan membahas peluang peningkatan produksi biomethane dari limbah kelapa sawit serta integrasinya ke dalam sistem energi nasional. Sesi ini akan mengulas kebutuhan infrastruktur, aspek ekonomi proyek, dan jalur implementasi komersial.

Bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) juga menjadi topik utama lainnya. Presentasi dari DNV, PT Pertamina, Lux Research, FatHopes Energy, dan Velocys akan membahas pertumbuhan permintaan SAF, berbagai jalur teknologi, serta tantangan dalam memperoleh pasokan bahan baku berkelanjutan selain minyak jelantah. Diskusi akan mengevaluasi bagaimana residu pertanian dapat berkontribusi terhadap produksi SAF di masa depan sekaligus memenuhi target dekarbonisasi yang semakin ketat.

Program ini juga menyoroti meningkatnya momentum pasar biochar dan carbon dioxide removal (CDR). Pembicara dari Husk Ventures, Aludra Impact, dan berbagai pelaku industri lainnya akan membahas bagaimana biochar dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas tanah, penyimpanan karbon, serta aplikasi di pasar karbon sukarela. Diskusi ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap solusi penghilangan karbon yang mampu menghasilkan nilai lingkungan sekaligus manfaat ekonomi dari residu pertanian.

Sesi tambahan akan membahas peluang di sektor biomethanol dan bioLNG, dengan kontribusi dari Straits Bio LNG dan CRecTech yang berfokus pada cara mengubah sumber biomassa yang belum termanfaatkan menjadi bahan bakar rendah karbon yang dapat dikembangkan secara luas. Agenda juga akan mengkaji bagaimana pasar karbon dan mekanisme CDR dapat meningkatkan kelayakan ekonomi proyek serta membuka peluang investasi baru bagi proyek berbasis biomassa.

Studi kasus industri dari organisasi seperti Protenga, PT Bangka Asindo Agri, Weng Meng Greentech, IOI Palm Wood, dan Thai Eastern Group akan menampilkan contoh nyata pemanfaatan residu pertanian dan perkebunan menjadi energi terbarukan, material konstruksi, produk pulp, serta berbagai aplikasi bernilai tambah lainnya. Secara keseluruhan, contoh-contoh ini menunjukkan pergeseran dari pendekatan pengelolaan limbah menuju optimalisasi sumber daya dan penciptaan nilai ekonomi sirkular.

Konferensi ini ditujukan bagi operator perkebunan, pemilik pabrik, pemasok biomassa, pengembang gas terbarukan, produsen biofuel dan SAF, pengembang proyek karbon, investor, penyedia teknologi, pengguna industri, serta instansi pemerintah yang ingin memanfaatkan peluang baru dalam ekonomi biomassa yang berkembang pesat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai AgriWaste to Value (Biofuels, SAF, Biochar & CDR), termasuk pendaftaran dan detail program, silakan menghubungi Hafizah melalui Telp. +65 6817 5744, WhatsApp: +65 8971 3545, atau email: hafizah@cmtconference.com. Informasi acara juga tersedia di halaman resmi: http://www.cmtevents.com/main.aspx?ev=260719&pu=313493

Penafian Hukum:
BeritaWire menerbitkan konten ini berdasarkan prinsip “sebagaimana adanya” (as is) semata-mata untuk tujuan informasional, dan tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan, validitas, kelengkapan, legalitas, keandalan, atau ketersediaan informasi, gambar, video, maupun materi eksternal yang termuat dalam artikel ini. BeritaWire tidak memikul tanggung jawab atau kewajiban atas segala kesalahan, kelalaian, klaim, atau kerugian yang timbul akibat penggunaan konten ini. Segala opini, pernyataan, atau klaim yang diungkapkan dalam artikel ini sepenuhnya merupakan milik penulis atau pihak yang mengirimkannya. Untuk keluhan, koreksi, atau hal-hal terkait hak cipta, silakan hubungi penulis atau sumber yang dirujuk di atas.

Leave a reply

Recent Comments

No comments to show.

Stay Informed With the Latest & Most Important News

[mc4wp_form id=314]
Categories

Post on Google News

Loading Next Post...
Follow
Search
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...