
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dijadwalkan tiba di Indonesia pada Rabu untuk kunjungan resmi yang bertujuan memperluas kerja sama bilateral di bidang perdagangan, pertahanan, dan diplomasi, sekaligus membahas berbagai isu keamanan regional dan global yang mendesak, menurut sumber Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa.
Fokus utama pembahasan adalah langkah-langkah konkret untuk menerjemahkan keselarasan politik yang semakin erat antara para pemimpin kedua negara menjadi kerja sama kelembagaan yang lebih mendalam. Fidan diperkirakan akan mendorong percepatan kolaborasi di sektor infrastruktur, energi, transportasi, digitalisasi, kecerdasan buatan, teknologi tinggi, dan industri makanan halal — sebagai bagian dari target ambisius untuk melipatgandakan perdagangan bilateral menjadi 10 miliar dolar AS, dari 2,5 miliar dolar AS yang tercatat pada 2025.
Kerja sama pertahanan juga akan menjadi agenda penting, dengan Fidan dijadwalkan meninjau proyek-proyek industri pertahanan yang sedang berjalan serta mengeksplorasi peluang kerja sama baru antara kedua negara.
Terkait Gaza, menteri tersebut diperkirakan akan menegaskan kembali bahwa Turki dan Indonesia tetap berkoordinasi erat mengenai situasi Palestina, dengan kedua pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan penyelesaian yang adil dan berkelanjutan. Fidan juga akan menyerukan tekanan internasional yang lebih terkoordinasi sebagai respons terhadap apa yang disebut Ankara sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Gaza, tindakan provokatif di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, serta berlanjutnya perluasan pendudukan di Lebanon.
Agenda pembicaraan tidak hanya terbatas pada Timur Tengah. Diskusi juga diperkirakan mencakup perkembangan terkait Iran dan Selat Hormuz, konflik di Suriah, Somalia, Sudan, dan Libya, perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, serta dinamika keamanan yang lebih luas di kawasan Asia-Pasifik.
Kedua pihak juga diperkirakan akan menyelaraskan strategi keterlibatan multilateral, dengan mekanisme koordinasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), G20, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ASEAN, MIKTA, dan Developing Eight (D-8) menjadi bagian dari pembahasan.
Kunjungan terakhir Fidan ke Indonesia berlangsung pada Februari 2025, ketika ia mendampingi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, dalam kunjungan kenegaraan. Kunjungan tersebut menghasilkan pertemuan perdana Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi yang dibentuk saat kunjungan Erdoğan ke Jakarta pada 2022. Pertemuan berikutnya dari dewan tersebut diperkirakan akan digelar di Turki pada 2027.
Hubungan diplomatik antara kedua negara telah terjalin sejak abad ke-15 dan secara resmi ditingkatkan menjadi kemitraan strategis pada 2011. Pertemuan pertama 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan dari Ankara dan Jakarta berlangsung pada Januari 2026, yang semakin menegaskan percepatan hubungan bilateral kedua negara.
Penafian Hukum:
BeritaWire menerbitkan konten ini berdasarkan prinsip “sebagaimana adanya” (as is) semata-mata untuk tujuan informasional, dan tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan, validitas, kelengkapan, legalitas, keandalan, atau ketersediaan informasi, gambar, video, maupun materi eksternal yang termuat dalam artikel ini. BeritaWire tidak memikul tanggung jawab atau kewajiban atas segala kesalahan, kelalaian, klaim, atau kerugian yang timbul akibat penggunaan konten ini. Segala opini, pernyataan, atau klaim yang diungkapkan dalam artikel ini sepenuhnya merupakan milik penulis atau pihak yang mengirimkannya. Untuk keluhan, koreksi, atau hal-hal terkait hak cipta, silakan hubungi penulis atau sumber yang dirujuk di atas.






