
Asian Productivity Organization (APO) menyelenggarakan Sidang ke-68 APO Governing Body (GBM) pada 20–22 Mei 2026 di New Delhi, yang diselenggarakan oleh Pemerintah India. Diselenggarakan pada tahun peringatan ke-65 APO, sidang tersebut menandai tonggak sejarah penting dalam memajukan APO Vision 2030 dan Strategic Partnership Program (SPP) sebagai kerangka implementasi baru organisasi yang berfokus pada anggota dan hasil nyata.
Sidang GBM ke-68 dihadiri oleh 63 delegasi dari 19 negara anggota APO. Delapan pengamat dari Bhutan, Kazakhstan, dan Uzbekistan, serta Global Green Growth Institute, International Labour Organization, dan United Nations Industrial Development Organization juga turut hadir, yang mencerminkan meningkatnya keterlibatan APO dengan negara nonanggota dan organisasi internasional.
Pertemuan ini menandai transisi kepemimpinan APO dari India ke Indonesia, dengan Pelaksana Tugas Direktur APO untuk Indonesia, Prof. Anwar Sanusi, mengambil peran sebagai Ketua APO untuk periode 2026–2027. Iran dan Jepang masing-masing mengambil posisi Wakil Ketua Pertama dan Kedua. Pelaksana Tugas Direktur APO untuk Iran Dr. Mostafa Goharifar dan Pelaksana Tugas Direktur APO untuk Jepang Fumio Yamazaki menjalankan fungsi Wakil Ketua atas nama Direktur APO masing-masing.
Sesi pembukaan dihadiri oleh Tamu Kehormatan H.E. Piyush Goyal, Menteri Perdagangan dan Industri India, yang menyoroti produktivitas sebagai pendorong strategis ketahanan, inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif di tengah perubahan ekonomi dan teknologi global yang cepat. Ia membagikan pengalaman India dalam pembangunan berbasis produktivitas, termasuk reformasi di sektor manufaktur, logistik, infrastruktur publik digital, dukungan terhadap UMKM, dan Green Productivity.
Ketua APO periode 2025–2026 yang akan mengakhiri masa jabatannya sekaligus Direktur APO untuk India, Amardeep Singh Bhatia, menyoroti transisi operasional APO Vision 2030 menuju kerangka SPP serta pentingnya modernisasi institusi, tata kelola, dan kerja sama regional berbasis hasil. Direktur Jenderal National Productivity Council of India, Neerja Sekhar, menekankan peran lembaga produktivitas dalam mendukung transformasi, ketahanan, teknologi digital, Green Productivity, dan dampak yang terukur. Ketua APO periode 2026–2027 yang baru, Prof. Anwar Sanusi, menegaskan kembali komitmen bersama APO untuk memperkuat produktivitas, inovasi, keberlanjutan, dan kerja sama regional di Asia dan Pasifik.
Sidang GBM ke-68 menampilkan pembahasan mendalam mengenai berbagai aspek tata kelola organisasi terkait laporan tahunan dan keuangan serta penunjukan auditor; rekomendasi dari APO Vision 2030 Steering Committee; anggaran awal APO untuk periode dua tahunan 2027–2028; kinerja, manajemen, dan kepatuhan Sekretariat; kemungkinan transisi dari IFRS ke IPSAS; prosedur pemilihan Sekretaris Jenderal APO; partisipasi negara nonanggota; serta Program Penghargaan APO.
Pertemuan ini juga menampilkan presentasi mengenai inisiatif unggulan baru APO, Genuine AI Action (GAIA), yang mempromosikan AI dan penerapannya untuk meningkatkan produktivitas di negara-negara anggota.
Sidang GBM ke-68 ditutup dengan komitmen baru untuk mengimplementasikan APO Vision 2030 dan memperkuat peran APO sebagai platform terpercaya untuk pembangunan yang berbasis produktivitas, inklusif, berkelanjutan, dan tangguh. Direktur Alternatif APO untuk Laos, Vilakone Philomlack, dalam penyampaian ucapan terima kasih atas nama para delegasi, menyatakan bahwa Laos menantikan kesempatan menyambut para delegasi pada Sidang GBM ke-69 tahun 2027.
Tentang APO
APO adalah organisasi antar-pemerintah regional yang berdedikasi untuk meningkatkan produktivitas di kawasan Asia-Pasifik melalui kerja sama bersama. Didirikan pada tahun 1961, APO mendukung negara-negara anggotanya melalui layanan konsultasi kebijakan, pengembangan kapasitas, dan berbagi pengetahuan untuk mendorong pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan.
Kontak: pr@apo-tokyo.org
Situs web: https://www.apo-tokyo.org
Penafian Hukum:
BeritaWire menerbitkan konten ini berdasarkan prinsip “sebagaimana adanya” (as is) semata-mata untuk tujuan informasional, dan tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan, validitas, kelengkapan, legalitas, keandalan, atau ketersediaan informasi, gambar, video, maupun materi eksternal yang termuat dalam artikel ini. BeritaWire tidak memikul tanggung jawab atau kewajiban atas segala kesalahan, kelalaian, klaim, atau kerugian yang timbul akibat penggunaan konten ini. Segala opini, pernyataan, atau klaim yang diungkapkan dalam artikel ini sepenuhnya merupakan milik penulis atau pihak yang mengirimkannya. Untuk keluhan, koreksi, atau hal-hal terkait hak cipta, silakan hubungi penulis atau sumber yang dirujuk di atas.





